Jumat, 29 Desember 2017

PIAGAM GUMI SASAK: SEBUAH IDENTITAS BANGSA SASAK

Awal mulanya terbentuk Piagam Gumi Sasak memerlukan waktu yang cukup lama. Di lihat dari berjalannya waktu masyarakat suku sasak semakin beranjak meninngalkan identitas kulturalnya sehingga terbentuklah Piagam Gumi Sasak yang bertujuan untuk menciptakan identitas  yang kuat  pada lelurnya, kebudayaannya terjaga, dan sejahtera. Piagam Gumi Sasak merupakan salah satu bentuk untuk menigkatkan identitas suku sasak.
Pada tanggal 26 Desember 2005 atau tanggal 14 Mulut tahun Jimawal 1437/H  merupakan peristiwa yang sangat penting dan bersejarah untuk masyarakat suku sasak, karena telah di sahkannya Piagam Gumi Sasak yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat sasambo di gedung aula Museum Negeri Nusa Tenggara Barat. Piagam Gumi Sasak ini dibacakan langsung oleh bapak Dr. Muhammad Fadjri, M.A, yang di dampingi oleh tokoh sastrawan bapak Murahim M.Pd, awal pencetusan Piagam Gumi Sasak terjadi atas kegundahan dan kegelisahan terhadap apa yang terjadi dengan masyarakat suku sasak.
PIAGAM GUMI SASAK
BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIM
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui symbol-symbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi Paer. Symbol-simbol yang diletakkan itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jati dirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak yang diwarnai  oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan , dan menistakan keluhuran  budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengetahuan jati diri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingg saat ini, melalui pencitraan budaya  dan sejarah bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialism modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi bangsa inferior yang tak mampu  tegak di antara bangsa-bangsa  lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai  bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut :
Pertama :
Berjuang bersama menggali dan menegakkan jati diri bangsa Sasak demi kedaulatan  dan kehormatan budaya Sasak
Kedua :
Berjuang bersama memelihara, menjaga dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenarannya, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga:
Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat :
Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Kelima :
Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Repuplik Indonesia.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.

Mataram, 14 Mulut tahun Jimawal 1437/H
26 Desember 2015

Ditandatangani bersama kami,
  1. Drs. Lalu Azhar
  2. Drs. Haji Lalu Mujtahid
  3. Drs. Lalu Baiq Windia M.Si
  4. TGH. Ahyar Abduh
  5. Drs. Haji Husni Mu’adz MA., Ph. D
  6. Dr. Muhammad Fajri, M.A
  7. Dr. Jamaludin, M. Ag
  8. Dr. Lalu Abd. Kholik, M.Hum.
  9. Drs. H. A. Muhit Ellepaki, M. Hum
  10. Dr. H. Sudiman M. Pd
  11. Dr. H. L., Agus Fathurraman
  12. Mundzirin
  13. L. Ari Irawan, SE., S. PD., M. Pd.

Narasumber : L. Ari Irawan, SE., S. PD., M. Pd.


Selasa, 26 Desember 2017

Gendang Beleq: Kerja Sama Kelompok


Gendang Beleq merupakan salah satu kesenian musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok dengan beriringan dan menggunakan beberapak alat musik dan gendang yang berukuran besar. Namun, seiring dengan berjalanannya waktu Gendang Beleq digunakan sebagai musik pengiring kebudayaan seperti acara adat, kesenian, maupun menjadi hiburan rakyat. Dengan menambahkan beberapa alat musik tradisionalsebagai musik tambahan.
Gendang Beleq awalnya digunakan sebagai penyemangat para prajurit menuju medan perang, dan sekarang menjadi pengiring acara adat maupun acara hiburan seperti nyongkolan dan lain-lain. Walapun demikian, bagi masyarakat susu sasak Gendang Beleq merupakan tradisi yang harus untuk dilestarikan karena memiliki filosofis dan disakralkan. Selain memiliki keindahan dalam wujud seni, juga menyangkut jati diri dan jiwa kepahlawanan masyarakat susu sasak. 




Dalam pertunjukan Gendang Beleq ini tidak hanya terdiri dari gendang saja namun juga beberapa alat musik lainnya sebagai tambahannya. Alat musik yang digunakan pada pertunjukan Gendang Beleq ini diantaranya, Gendabf Beleq , Gendang Kodeq, reong, prembak baleq,  prembak kodeq, petuk, gong besar, gong penyelak, gong oncer, dan lelontek.
Kesan yang dapat diambil ketika menyaksikan langsunga Gendang Beleq ini bagaimana kekompak dan kerja sama dalam sebuah kelompok, menyatukan alat yang berbeda dengan berbagai bunyi dan bunyi tersebut menghasilkan sebuah bunyi yang sangat indah. Begitu pula dengan manusia ketika melakukan sebuah perkerjaan dengan kerja sama makan hasilnya pun akan bagus, karena kerja sama dalam suatu kelompok sangat dibutuhkan.